Komputerisasi Lembaga Keuangan Perbankan

Selasa, 12 April 2011
Nama : Jesika
NPM : 10208679
Kelas : 3EA10


PERHITUNGAN BUNGA TABUNGAN

A. PENDAHULUAN
          Sebagai lembaga keuangan yang berorientasi bisnis, bank juga melakukan berbagai kegiatan. Salah satu kegiatan perbankan yang populer dikalangan masyarakat umum adalah tabungan. Ketika membuka rekening tabungan, ada baiknya Anda memahami cara menghitung bunga tabungan, karena metode perhitungan yang berbeda menghasilkan jumlah bunga tabungan yang berbeda pula.
Dengan mengetahui cara perhitungan bunga tabungan, Anda dapat memperhitungkan saldo minimum tabungan yang harus Anda pelihara agar pokok simpanan tidak terpotong oleh biaya administrasi bank.
Selain itu, kegiatan perbankan yang pokok adalah membeli uang dengan cara menghimpun dana dari masyarakat luas. Kemudian menjual uang yang berhasil dihimpun dengan cara menyalurkan kembali kepada masyarakat melalui pemberian pinjaman atau kredit.
Dari kegiatan jual beli uang inilah bank akan memperoleh keuntungan yaitu dari selisih harga beli (bunga simpanan) dengan harga jual (bunga pinjaman). Disamping itu kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana adalah memberikan jasa-jasa lainya. Kegiatan ini ditujukan untuk memperlancar kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana.
Adapun jenis sumber-sumber dana bank tersebut :
·      Dana yang bersumber dari bank itu sendiri
·      Dana yang berasal dari masyarakat luas
·      Dana yang bersumber dari lembaga lain

1.1  Dana yang bersumber dari bank itu sendiri
Secara garis besar dapat disimpulkan pencarian dana yang bersumber dari bank itu sendiri terdiri dari :
a.    Setoran modal dari pemegang saham
b.    Cadangan-cadangan bank
c.     Laba bank yang belum dibagi
1.2  Dana yang berasal dari masyarakat luas
Secara umum  kegiatan penghimpunan dana ini dibagi kedalam 3 jenis yaitu :
a.    Simpanan Giro (Demand Deposit)
b.    Simpanan Tabungan (Saving Deposit)
c.     Simpanan Deposito (Time Deposit)
1.3  Dana yang bersumber dari lembaga lainnya
Perolehan dana dari sumber ini antara lain dapat diperoleh dari :
a.    Kredit Likuiditas dari Bank Indonesia
b.    Pinjaman antar bank
c.     Pinjaman dari bank-bank luar negeri

B. LANDASAN TEORI
2.1 Simpanan Tabungan
Tabungan merupakan simpanan yang paling populer dikalangan masyarakat umum. Menabung di bank bukan saja menghindarkan dari resiko kehilangan dan kerusakan, akan tetapi juga memperoleh penghasilan dari bunga. Dengan demikian jumlah uang akan bertambah dari waktu ke waktu sekalipun tidak ditambah. Simpanan tabungan juga mempunyai syarat-syarat tertentu bagi pemegangnya dan persyaratan masing-masing bank berbeda satu dengan lainnya. Disamping persyaratan yang berbeda, tujuan nasabah menyimpan uang di rekening tabungan juga berbeda. Demikian pula sasaran bank dalam memasarkan produk tabungannya juga berbeda sesuai dengan sasaran yang diinginkan.
Pengertian tabungan menurut Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro dan atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.

2.2 Simpanan Giro
Pengertian simpanan giro atau lebih populer disebut rekening giro menurut Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan mengguanakan cek, bilyet giro,sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan.
Penarikan uang di rekening giro dapat menggunakan sarana penarikan yaitu cek dan bilyet giro. Apabila penarikan dilakukan secara tunai maka sarana penarikannya adalah dengan menggunakan cek. Sedangkan untuk penarikan non tunai adalah dengan menggunakan bilyet giro. Disamping itu kedua sarana penarikan tersebut habis atau hilang, maka nasabah dapat menggunakan sarana penarikan lainnya seperti surat pernyataan atau surat kuasa yang ditandatangani di atas materai. Pemilik rekening giro disebut girant dan kepada setiap girant akan diberikan imbalan bunga berupa jasa giro yang besarnya tergantung bank yang mengeluarkannya. Bagi bank giro merupakan dana murah karena imbalan bunga yang diberikan kepada girant merupakan bunga yang paling rendah jika dibandingkan dengan suku bunga simpanan lainnya seperti tabungan dan deposito.

2.3 Simpanan Deposito
Deposito berjangka (Time Deposit) merupakan salah satu produk perbankan yang dapat dipilih nasabah untuk melakukan investasi dalam bentuk surat-surat berharga. Pemilik deposito disebut deposan. Kepada setiap deposan akan diberikan imbalan bunga atas depositonya. Bagi bank, bunga yang diberikan kepada para deposan merupakan bunga yang tertinggi, jika dibandingkan dengan simpanan giro dan tabungan, sehingga deposito oleh sebagian bank di anggap sebagai dana mahal.
Keuntungan bagi bank dengan menghimpun dana lewat deposito adalah uang yang tersimpan relative lebih lama, mengingat deposito memiliki jangka waktu yang relative panjang dan frekuensi penarikannya juga jarang. Dengan demikian bank dapat dengan leluasa untuk menggunakan kembali dana tersebut untuk keperluan penyaluran kredit. Pengertian Deposito menurut Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank.

Secara umum, metode perhitungan bunga terdiri dari 3, yaitu
2.4 Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Harian
Pada metode ini bunga dihitung dari saldo harian. Bunga tabungan dalam bulan berjalan dihitung dengna menjumlahkan hasil perhitungan bunga setiap harinya.

2.5 Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Terendah
Pada metode ini bunga satu bulan dihitung berdasarkan saldo terendah dalam bulan tersebut. Bunga dihitung dengan rumus :
Bunga = ST x i x t / 365
dimana : ST = Saldo terendah
    i = Suku bunga tabungan per tahun
    t = Jumlah hari dalam 1 bulan
    365 = Jumlah hari dalam 1 tahun

2.6 Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Rata-Rata
Pada metode ini, bunga dalam 1 bulan dihitung berdasarkan saldo rata-rata dalam bulan berjalan. Saldo rata-rata dihitung berdasarkan jumlah saldo akhir tabungan setiap hari dalam bulan berjalan, dibagi dengan jumlah hari dalam bulan tersebut.
Bunga = SRH x i x t / 365
dimana : SRH = Saldo rata-rata harian
    i = Suku bunga tabungan per tahun
    t = Jumlah hari dalam bulan berjalan
    365 = Jumlah hari dalam 1 tahun

C. PEMBAHASAN
Contoh perhitungan bunga tabungan :
Berikut ini transaksi yang terjadi di rekening tabungan Tutik pada SITIBANK selama bulan aret:
2/3 setor tunai Rp. 10.000.000,-
5/3 produk kredit giro Z Rp.  5.000.000,-
8/3 produk debet deposito K Rp.  2.000.000,-
17/3 tarik tunai Rp.  3.000.000,-
23/3 pinbuk kredit cek F (BTN) Rp.  8.000.000,-
Diketahui suku bunga pada SITIBANK saat itu 10%.
Pertanyaan :
a.    Berapa saldo awal bulan April?
b.    Berapa bunga tabungan Tutik bulan Maret?
c.     Berapa saldo akhir bulan Maret dan rekap transaksinya!


LAPORAN REKENING TABUNGAN
NY. TUTIK PER 31 MARET 2010
Tgl.
Transaksi
Debet
Kredit
Saldo
2/3
Kas
     Tab. Tutik    
      10.000.000
     
10.000.000
10.000.000
5/3
Giro Z
     Tab. Tutik
        5.000.000
       
5.000.000
15.000.000
8/3
Tab. Tutik
     Deposito K
        2.000.000
      
2.000.000
13.000.000
17/3
Tab. Tutik
     Kas
        3.000.000 
      
3.000.000
10.000.000
28/3
R/K pd BI
     Tab. tunai
        8.000.000
       
8.000.000
18.000.000

a)    Metode saldo harian
Perhitungan bunga dilakukan pada transaksi tanggal 5/3 yaitu 15 jt dari setor tunai pada tanggal 2/3 10 jt dan kredit giro tanggal 5/3 sebesar 5 jt.
5/3       =10%x 5-2 x 10jt : 365           = Rp 812,9      
8/3       =10%x 8-5 x 15jt : 365           = Rp 12.328,8
17/3     =10% x 17-8 x 10jt : 365         = Rp 32.054,8
23/3     =10% x 23-17 x 10jt : 365       = Rp 19.438,8
31/3     =10% x 31-23 + 1 x 18jt : 365 = Rp 44.383,6
                                                            --------- +
TOTAL BUNGA :                                  Rp. 113.424,8

SALDO TABUNGAN AKHIR BULAN = TOTAL SALDO + TOTAL BUNGA
     = Rp 18.000.000 + Rp 113.424,8
     = Rp 18.113.424,8

b)    Metode Saldo Terendah
Terjadi pada transaksi tgl. 17/3 sebesar 10 jt
Perhitungan bunga : = 10% x 31-2 + 1 x 10jt :365 = Rp 82.191,8
SALDO TABUNGAN AKHIR BULAN = TOTAL SALDO + TOTAL BUNGA
      = Rp 18.000.000 – Rp 82.191,8
      = Rp 18.082.191,8

c)     Metode Saldo Rata-rata
Total saldo = Rp 10.000.000 + Rp 15.000.000 + Rp 13.000.000 + Rp 10.000.000 + Rp 18.000.000
        = Rp 66.000.000

Saldo rata-rata = Rp 66.000.000 / 5 = Rp 13.200.000
Perhitungan saldo rata-rata :
=10%  x 31-2 + 1 x Rp 13.200.000 : 365
=10% x 31-2 + 1 x ( 10jt+15jt+13jt+10jt18jt / 5) : 365 = Rp 108.493,15
Saldo awal ¼ = Rp 18.000.000 + bunga ( x x x)
 = Rp 18.000.000 + Rp 108.493,15
 = Rp 18.108.493,15

Total bunga seluruh nasabah Bank (i1) :
                                    BUNGA
TOTAL TABUNGAN      x x x x x
TOTAL GIRO                x x x x x
TOTAL DEPOSITO        x x x x x +
TOTAL BUNGA                        x x x x x



C. PENUTUP
KESIMPULAN
Ada 3 metode untuk menghitung bunga tabungan, yaitu metode perhitungan bunga berdasarkan saldo harian, metode perhitungan bunga berdasarkan saldo terendah, dan metode perhitungan bunga berdasarkan saldo rata-rata. Untuk memperoleh total bunga seluruh nasabah (i1), yaitu dengan menjumlahkan total dari tabungan, giro, dan deposito nasabah yang telah bertambah. Sedangkan pinjaman kredit yang diberikan oleh bank kepada masyarakat pun akan berbunga sesuai dengan besar pinjamannya, bunga pinjaman tersebut biasa disimbolkan dengan (i2). Bunga bank berfungsi untuk mencari tahu keuntungan bank. Jadi, untuk menghitung bunga bank, yaitu dengan mencari selisih antara bunga pinjaman dengan total bunga tabungan, giro, dan deposito (i2-i1 ).

0 komentar:

Poskan Komentar

 
© METODE RISET | Designed by Blogger Templates.